KEFAMENANU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat tata kelola kelembagaan dan mendorong kemandirian ekonomi desa di wilayah Kabupaten TTU.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas PMD Kabupaten TTU. Pelaksanaan pelatihan dibagi ke dalam dua lokasi, yakni pada tanggal 24 September di Kantor Desa Noebaun dan berlanjut pada tanggal 25 September di Kantor Desa Sainoni.

Pelatihan intensif ini diikuti oleh perwakilan pengelola BUMDes dari empat desa, yaitu Desa Noebaun, Desa Nian, Desa Banain A, dan Desa Sainoni. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Desa Dinas PMD Kabupaten TTU, Ibu Agustina Pakaenoni, SE, bersama jajaran staf Bidang Pemberdayaan Ekonomi Desa yang mengawal jalannya seluruh rangkaian kegiatan.

Kolaborasi Anggaran dan Kemitraan Strategis

Suksesnya penyelenggaraan pelatihan ini tidak lepas dari sinergi pembiayaan yang solid. Pendanaan kegiatan merupakan hasil kolaborasi anggaran antara Dinas PMD Kabupaten TTU dan kemitraan strategis dengan Bank NTT Cabang Kefamenanu. Kerja sama ini menegaskan komitmen sektor perbankan daerah dalam mendukung digitalisasi dan penguatan kapasitas finansial para pengelola usaha di tingkat desa.

Penguatan Materi dari Empat Narasumber Kompeten

Untuk memastikan para peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif, panitia menghadirkan empat narasumber ahli yang mengupas tuntas aspek regulasi, kemitraan, hingga teknis keuangan BUMDes:

  • M. Rofina Neonbeni, S.Sos., M.Si (Sekretaris Dinas PMD TTU)
    Membawakan materi krusial mengenai Kelembagaan BUMDes. Ia menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi, legalitas, serta pemahaman regulasi agar BUMDes memiliki fondasi hukum yang kuat dalam menjalankan usahanya.
  • Alviana Mariana Erna
    Menyajikan materi tentang Hubungan Kerja Sama Pengelola BUMDes. Dalam paparannya, ia mengulas strategi membangun jaringan bisnis, kemitraan antarlembaga, serta kolaborasi eksternal untuk memperluas pasar produk desa.
  • Ida Lamablawa
    Fokus pada pembekalan teoritis lewat materi Pengelolaan Keuangan BUMDes. Peserta dibekali pemahaman prinsip akuntansi dasar, transparansi, akuntabilitas, serta manajemen risiko dalam keuangan mikro desa.
  • Kanisius A. J. I. Manek
    Melengkapi teori dengan memandu sesi Praktik Pengelolaan Keuangan BUMDes. Pada sesi ini, para pengelola BUMDes diajak langsung mensimulasikan penyusunan laporan keuangan, pembukuan, hingga pemanfaatan aplikasi pencatatan keuangan modern.

Melalui pelatihan intensif ini, Pemerintah Kabupaten TTU berharap para pengelola BUMDes di Desa Noebaun, Desa Sainoni, dan sekitarnya mampu mentransformasikan unit usahanya menjadi lebih profesional, sehat secara finansial, dan menjadi motor utama penggerak kesejahteraan masyarakat desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *